Menanti Kembalinya Sang Mahkota Kewajiban

Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali rahimahullah berkata, “Sesungguhnya dunia adalah ladang bagi akhirat. Tidaklah sempurna agama kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama merupakan pondasi dan penguasa adalah penjaganya. Apa saja yang tidak memiliki pondasi akan hancur. Apa saja yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Tidaklah sempurna kekuasaan dan hukum kecuali dengan adanya pemimpin.” (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, 1/17).

Tidak banyak Muslim yang tahu bahwa Islam dan kekuasaan adalah saudara kembar. Islam bukan sekadar agama saja. Ia merupakan aturan hidup yang sangat lengkap.

Hampir satu abad lamanya, persisnya 95 tahun sudah Islam terpisah dari saudara kembarnya. Itulah kekuasaan yang disebut dengan Khilafah. Tepatnya tanggal 3 Maret 1924 institusi Khilafah berhasil diruntuhkan oleh Barat melalui kaki tangannya, Musthafa Kemal Attaturk. Sayang, umat Islam banyak yang tidak mengetahui sejarah ini.

Kini, ketika Islam benar-benar terpisah dari kekuasaan yang merupakan penjaganya, terbukti saat ini umat Islam tercerai-berai. Islam pun sekadar agama ritual saja. Kemaksiatan merajalela. Kerusakan di mana-mana. Umat Islam kian terlelap dengan tidur panjangnya. Mereka dininabobokan dengan sistem rusak buatan Barat. Itulah kapitalisme-sekularisme, yang semakin menjauhkan Islam dari kehidupan.

Barat semakin merajalela menguasai negeri-negeri Muslim. Sumberdaya alam dieksplorasi sedemikian rupa hingga habis tak tersisa. Serangan budaya Barat juga kian merusak generasi Muslim. Tak ada lagi ruang kosong yang tidak terisi dengan kebudayaan Barat. Bahkan segala hal yang bernuansa kebarat-baratan adalah hal yang menarik dan harus diikuti.

Problematika umat Islam dari tahun ke tahun, dari hari ke hari, semakin tak ada ujungnya, bahkan kian banyak. Tidak ada satu pun solusi yang ditawarkan benar-benar mampu menyelesaikan. Mulai dari kezaliman yang dirasakan oleh umat Islam di Palestina oleh Israel. Sampai hari ini tidak ada satu pun upaya untuk bisa menyelesaikannya. Nasib serupa juga dialami oleh negeri-negeri Muslim lainnya seperti di Afganistan, Suriah, Rohingya, Xinjiang dan lainnya. Penderitaan mereka hanya bisa jadi tontonan dunia tanpa ada satu pun solusi untuk mengakhirinya.

Kondisi umat Islam kian terpuruk ketika mereka sesama umat Islam saling curiga dan membenci satu sama lain. Barat berhasil mengadu-domba sesama umat Islam. Akibatnya, umat kian terpecah-belah. Pada saat musuh sedang merancang proyek besar untuk menghancurkan umat Islam, sesama umat Islam kian sibuk dengan perbedaan pendapatnya masing-masing.

Kemaksiatan dan dekadensi moral kian hari kian menjadi momok yang menakutkan. Perzinaan hal yang lumrah, pembunuhan, LGBT semakin merajalela.

Sungguh, inilah yang dimaksud Imam al-Ghazali bahwa ketika Islam tanpa penjaga, yakni kekuasaan, Islam akan hilang. Benar-benar Islam akan hilang sedikit demi sedikit dari kehidupan.

Maka dari itu, tidak ada solusi lain kecuali harus mengembalikan Khilafah, ke pangkuan umat Islam. Dengan itu semua problematika umat Islam dan umat manusia seluruhnya akan bisa diselesaikan dengan sempurna. Selain itu Khilafah adalah taj al-furud (mahkota kewajiban) yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat Islam.

WalLahu a’lam bish-shawab. [Meilani Afifah; (Member Forum Muslimah Peduli Umat)]

 

0 Comments

Leave a Comment

twenty + four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password