HT Belanda Ungkap Kebengisan Cina Terhadap Muslim Uighur

Hizbut Tahrir Belanda mengungkapkan berbagai kebengisan negara komunis Cina terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur (Xinjiang).

“Situasi mencekam hampir terjadi setiap hari. Pos-pos pemeriksaan di mana-mana. Umat Islam dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi. Para wanita Muslim dipaksa untuk menikahi Cina non-Muslim. Mereka juga dilarang melakukan aktivitas-aktivitas atau kegiatan keagamaan,” ungkap Perwakilan Media Hizbut Tahrir Belanda Okay Pala dalam sebuah agenda yang didedikasikan untuk Muslim Uighur, Ahad (3/2) di Zaalverhuur The Royal, Amsterdam.

Lebih kejinya lagi, ungkap Okay Pala, Cina melakukan kebiadaban tersebut dengan dalih  “Pemerintah Cina sedang perang melawan terorisme dan ekstremisme di dalam negeri.”

Yang lebih menyakitkan hati, tidak tampak pembelaan dari para penguasa negeri Muslim untuk menghentikan kekejaman Cina.

“Sekadar memutuskan hubungan dagang dengan Cina saja tidak. PBB pun tidak memberikan solusi,” ungkapnya.

Karena itulah, lanjut Okay Pala, sangat penting bagi umat Islam di Belanda untuk membuat opini publik tentang masalah ini. Ia melanjutkan, inilah mengapa kaum Muslim perlu untuk memiliki sebuah entitas politik (di dunia Muslim) yang mewakili kepentingan antara Muslim dan non-Muslim, yakni Khilafah.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar seratus orang tersebut, hadir pula pembicara lainnya yakni Abdugheni Sabit (aktivis Uighur) dan Muhammad Yasin (anggota HT Belanda).

 

 

0 Comments

Leave a Comment

19 − 12 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password