Kami Rindu Khilafah

Dulu, menegakkan Khilafah dianggap mimpi. Bahkan utopis. Jika benar demikian, mengapa justru banyak pihak yang memprediksi Khilafah bakal tegak? Mengapa tidak sedikit yang merasa terusik dengan dakwah Khilafah? Mengapa banyak yang phobia mendengar teriakan Khilafah?

Kini, seruan Khilafah kembali menggelora. Menggoyang kursi penguasa.

Kaum kafir Barat telah ribuan kali membuat makar besar, yang menyebabkan lenyapnya Khilafah pada awal abad ke 19 lalu. Namun, dengan izin Allah SWT, Khilafah akan tegak kembali dan berdiri kokoh  dalam waktu dekat.

Sungguh, ketiadaan Khilafah membuat umat tertikam jantungnya. Darahnya mengucur deras. Tubuhnya dikerat-kerat sedikit demi sedikit. Ketiadaan Khilafah menjadikan umat kehilangan ibunya. Seperti anak ayam kehilangan induk. Tak punya rumah pula. Umat pun dirampas dari kebenaran yang sesungguhnya. Umat lalu bergerak ke sana ke mari tanpa arah dan pandangan yang jelas. Layaknya gerakan hewan yang disembelih.

Sejak saat itu, umat terus dibuai dengan slogan-slogan nasionalisme yang rendah dan sempit. Sologan yang semakin menjauhkan agama dari hiruk-pikuk kehidupan mereka. Kehidupan yang semakin gelap tanpa cahaya. Ide nasionalisme dikemas sedemikian rupa dalam balutan demokrasi dan yang lainnya. Namun, kebatilan tetaplah kebatilan. Seiring berjalannya waktu, tiang penyangga demokrasi semakin menampakkan kekeroposannya. Bahkan hanya digoyang dengan satu jari pun tiang demokrasi akan roboh. Tersungkur dengan hina.

Dakwah terus-menerus dilakukan. Menyerukan urgensi penerapan syariah dalam naungan Khilafah melalui lisan-lisan penyeru kebenaran. Mereka senantiasa ikhlas mendedikasikan waktu terbaiknya sebagai khadimatul ummah (pelayan umat) sekaligus menjadi dokternya umat. Mereka siap melayani, memeriksa, mendiagnosis, memberikan resep obat yang manjur sekaligus memastikan obat diminum dan ditelan serta tidak dimuntahkan. Dengan begitu umat benar-benar dinyatakan sembuh secara total.

Melalui kesabaran pengemban dakwah inilah, umat mulai bisa mengetahui sebab lukanya, siapa yang memotong anggota tubuhnya, juga mengetahui racun apa yang menyebabkan lemah dan tumbangnya tubuh yang perkasa itu. Umat pun kini sudah tau persis obat mujarab untuk sembuh dari sakitnya. Obat tersebut tidak lain adalah kembali pada syariah Allah SWT.

Kini, umat tengah berada di depan pintu untuk berdiri tegak dengan kedua kakinya. Bangkit dari mimpi buruknya. Untuk mempertahankan kembali predikat khairu ummah di seluruh dunia. Dalam satu negara dan satu kekuasaan. Menerapkan hukum Allah. Mengemban petunjuk, risalah kebajikan dan cahaya kepada seluruh umat manusia.

Umat merindukan Khilafah yang berhasil mewujudkan kejayaan lslam, yang selama ini disembunyikan dari sejarah. Khilafah yang menciptakan peradaban mulia. Khilafah yang menjaga dan melindungi seluruh manusia. Khilafah yang akan mengembalikan umat sebagai khairu ummah. Khilafah yang akan menghantarkan pada baldatun thayyibatun warabbun ghafur. [Dwi Suryaningsih; Aktivis Dakwah Muslimah, Tinggal di Cilacap]

 

 

0 Comments

Leave a Comment

nineteen − sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password