Ustadz H. Budi Mulyana, S.I.P., M.Si.: Saatnya Islam Kembali Memimpin

Pengantar:

Insya Allah, tak lama lagi, Islam akan kembali memimpin dunia. Tentu saat Khilafah—sebagai kekuatan global—kembali berdiri. Apa indikasinya? Apa pula alasan rasionalnya? Bagaimana juga umat Islam harus bersikap?

Itulah di antara pertanyaan Redaksi kepada Ustadz H. Budi Mulyana, S.I.P., M.Si. Berikut hasil wawancara Redaksi dengan beliau dalam rubrik ‘Hiwar’ kali ini.

 

Prediksi umat Islam global ke depannya, suram atau cerah?

Cerah, bi idznilLah.

 

Alasannya?

Ada alasan teologis. Ada alasan faktual.

Alasan teologisnya, janji Allah SWT bahwa umat manusia ini akan dipergilirkan. Sesuai dengan hadis shahih riwayat Imam Ahmad, bahwa periode umat pada akhir zaman adalah masa tegaknya kembali Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah.

Kita tahu, Khilafah adalah kekuasaan politik umat Islam secara global. Karena itu  masa depan, dalam keyakinan umat Islam, adalah kembalinya kejayaan Islam.

Hadis ini juga ditopang dengan bisyarah Nabi Muhammad saw. yang lainnya. Misal tentang penaklukan Kota Roma, juga Yahudi yang bakal diperangi dan dikalahkan.

Alasan faktualnya, umat Islam saat ini emerging. Sedang menguat. Secara pertumbuhan, umat Islam meningkat pesat. Islam menjadi agama yang pertumbuhannya paling tinggi di dunia. PEW Research memprediksikan beberapa tahun ke depan, bahkan umat Islam akan mendominasi benua Kristen Eropa.

Betul, pendulum adidaya dunia belum mengarah kepada umat Islam, namun tanda-tanda kebangkitan Islam semakin menguat.

 

Adakah faktor internal yang yang menyebabkan umat Islam mudah diperdaya?

Lemahnya umat Islam saat ini disebabkan umat masih belum sampai pada jadidirinya sebagai pemeluk Islam. Islam masih sekadar label. Berislam karena keturunan. Pemahaman akan keagamaannya masih rendah. Hal ini menyebabkan tingkat kesadaran politik umat Islam pun rendah. Padahal Islam adalah mabda’ (ideologi), bukan sekadar agama ritual.

Sebagai mabda’, Islam mengharuskan umatnya memiliki kesadaran politik yang tinggi sehingga mereka tidak akan mudah diperdaya.

 

Isu-isu apa saja yang digunakan musuh-musuh Islam memperdaya umat Islam?

Banyak isu yang digunakan musuh-musuh Islam dalam memperdaya umat Islam, mulai dari isu pemikiran, politik, ideologi, ekonomi sampai isu-isu yang yang lebih praktis.

Sekularisme, misalnya, sekarang sudah dianggap hal yang lumrah. Demokratisasi politik menjadi sesuatu yang dijalankan secara praktis. Secara ekonomi, Kapitalisme Barat telah diterapkan secara sempurna.

 

Bagaimana dengan gejolak Timur Tengah ke depan yang semakin memanas?

Terbunuhnya Jenderal Iran oleh Amerika Serikat telah meningkatkan eskalasi politik di Timur Tengah. Serangan balasan yang dilakukan oleh Iran semakin meningkatkan gejolak politik di sana. Ditambah lagi ditembaknya pesawat terbang sipil dari Ukraina menambah kisruh keadaan di Timur Tengah.

Belum lagi situasi di Suriah yang tidak kunjung selesai. Demikian juga yang terjadi di Yaman yang telah menjadi krisis kemanusiaan yang menyedihkan. Yang klasik adalah apa yang terjadi di bumi Palestina, Israel sampai sekarang tidak menghentikan kekerasan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina, tanpa ada pembelaan sedikitpun dari dunia Islam.

Situasi ini tentu menunjukkan bahwa situasi di Timur Tengah masih akan terus memanas. Belum lagi intervensi Barat baik secara langsung maupun tidak langsung, belum akan berhenti di kawasan petrodolar ini.

 

Apakah penguasa Timur Tengah dan negeri Islam lain bisa bertahan?

Berkaca pada apa yang terjadi pada Arab Spring, kediktatoran yang terjadi di kawasan Timur Tengah menjadi peringatan bagi mereka. Solusi demokrasi yang ditawarkan Barat pun tidak lantas menjadi solusi terhadap kehidupan masyarakat di negeri Arab ini. Karena itu bertahannya para penguasa di Timur Tengah sangat bergantung pada loyalitas mereka terhadap Barat. Loyalitas untuk terus menyediakan sumberdaya bagi Barat, juga lebih jauh loyalitas untuk menyebar luaskan ide-ide Barat semacam demokrasi hak asasi manusia, kesetaraan gender dan lainnya

 

Bagaimana posisi Amerika yang semakin terbuka menyerang umat Islam?

Amerika pasti akan berusaha menghalangi bangkitnya umat Islam. Mereka terus berupaya dengan segenap cara baik cara yang halus bahkan cara yang kasar, menghalangi umat  Islam.

Kalaupun sekarang Amerika semakin terbuka menyerang umat Islam, hal ini karena gaya kepemimpinan Donald Trump yang tipikalnya demikian. Dinamikanya demikian. Ini seiring dengan silih bergantinya pemimpin di Amerika Serikat.

 

Mampukah umat Islam, menggeser pengaruh Amerika di dunia ke depan?

Masa depan adalah milik Dunia Islam. Barat pun sudah memprediksi dalam rilis yang dikeluarkan oleh NIC (National Intellegence Council). Tahun 2020 ini, ada 4 skenario global yang mungkin terjadi: Pertama, Pax Americana. Semakin menguatnya adidaya Amerika. Kedua, menguatnya Cina dan India. Ketiga, Dunia dalam keadaan terror. Keempat, munculnya kembali Khilafah Islam.

Artinya,  umat Islam punya potensi dan diperhitungkan untuk dapat menggeser pengaruh Amerika di dunia. Secara historis, adidaya Islam pernah ada. Keberadaan Kekhilafahan Islam, sejak zaman para sahabat, dilanjutkan Kekhilafahan Umayyah dan Abbasiyah hingga Utsmaniyah, menjadi adidaya dunia menggantikan kekuatan Romawi dan Persia. Bahkan Kekhilafahan Islam menjadi adidaya tunggal pada masa kegelapan Eropa (dark ages).

Dengan potensi ideologis yang dimiliki maka umat Islam dapat menjadi adidaya kembali. Insyaallah.

 

Apa pra syarat apa dibutuhkan?

Pertama, mewujudkan kembali potensi ideologis (mabda’i) yang dimiliki oleh umat Islam. Perwujudan potensi ideologis ini adalah prasyarat utama bagi kebangkitan umat Islam. Sejarah membuktikan bahwa kemunculan adidaya Islam bermula dan didorong oleh kekuatan ideologis ini.

Kedua: Menyatukan negeri-negeri Islam yang tercerai-berai. Lemahnya umat Islam saat ini karena mereka tidak bersatu. Umat harus disatukan dalam satu institusi bersama, seperti pada masa dulu, dalam naungan Khilafah. Bila umat Islam ingin menjadi adidaya dunia, umat Islam harus bersatu dalam naungan Khilafah.

Ketiga: Dengan bersatunya negeri-negeri Islam, segenap potensi lainnya, baik potensi penduduk, sumberdaya alam, bahkan kekuatan militer, akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan oleh Barat.

 

Jadi sebenarnya penyebab sejati krisis di Dunia Islam disebabkan oleh apa?

Sebab sejati krisis di Dunia Islam adalah ketika umat Islam meninggalkan syariahnya. Islam tidak lagi dijadikan sebagai solusi atas segala persoalan yang terjadi di Dunia Islam. Apalagi ketika Khilafah Islam, sebagai puncak dari penerapan syariah Islam secara kaffah, runtuh pada tahun 1924.

Runtuhnya Khilafah Islam telah mendatangkan berbagai persoalan. Persoalan datang silih berganti di dunia seolah tanpa solusi karena umat memang tidak mencari solusi dari Islam. Mereka dininabobokan dengan tawaran-tawaran solusi dari Barat yang justru semakin menjauhkan umat dari Islam.

 

Lalu bagaimana seharusnya arah perjuangan umat Islam dunia?

Arah perjuangan umat Islam dunia adalah bagaimana umat Islam dapat menjalankan lagi syariah Islam secara kaffah. Dengan itu umat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, kenikmatan duniawi yang diridhai Allah SWT dan kenikmatan akhirat yang abadi kelak.Hal ini hanya dapat terwujud ketika Khilafah Islam dapat ditegakkan.

Dengan demikian arah perjuangan umat dunia adalah mewujudkan kembali Khilafah Islam, Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Bukan sekadar nama Khilafah, tetapi jauh dari hakikat sebenarnya.

 

Berbicara kadar optimisme, bagaimanakah peluang perjuangan umat Islam?

Tentu, peluang umat sangat besar. Tidak mungkin Barat memprediksi tegaknya lagi Khilafah kalau mereka tidak melakukan kajian dengan cermat, sebagaimana yang dilakukan oleh NIC (National Intellegence Council).

Secara faktual pun, tanda-tanda kebangkitan umat Islam semakin nyata. Perbincangan dan opini mengenai Khilafah kian hari kian meluas. Penerimaan umat terhadap nilai-nilai ilahiah yang dapat menenteramkan jiwa kian hari kian merebak. Gerakan hijrah terjadi di mana-mana. Itulah fitrahnya manusia.

Dengan demikian, tegaknya Khilafah tinggal menunggu momentum saja.

 

Adakah faktor eksternal umat Islam yang menyebabkan perjuangan Islam semakin menguat?

Secara eksternal ide-ide Barat telah menunjukkan kerusakannya dari dalam. Hak asasi manusia yang diagung-agungkan Barat telah menunjukkan kebobrokannya; menimbulkan berbagai problem sosial. Hal ini karena ide HAM tidak lahir dari Zat Yang Mahatahu tentang manusia. Hanya reka-rekaan hawa nafsu manusia.

Demokrasi nyata-nyata telah menipu. Alih-alih melahirkan pemimpin yang merepresentasikan rakyat, justru demokrasi menjadi alat segelintir elit untuk berkuasa menindas rakyat dengan mengatasnamakan rakyat.

Ekonomi kapitalistik hedonistik konsumerialistik benar-benar merusak. Merusak tidak hanya perilaku sosial. Bahkan merusak kelestarian alam dan lingkungan.

Umat akan mencari solusi yang hakiki atas berbagai persoalan tersebut. Di situlah Islam hadir.

 

Apa potensi internal umat Islam yang bisa menguatkan proses perjuangan?

Secara internal umat Islam masih memiliki kekuatan ruhiah. Ini kekuatan yang besar.  Dengan kekuatan ruhiah yang dimiliki oleh umat maka ikatan ukhuwah pun menjadi potensi ikutan yang dimiliki umat. Walau umat pecah-pecah menjadi beberapa puluh negeri Islam, dengan menyatukan umat dengan ikatan ruhiah, maka ukhuwah bisa ditegakkan.

Potensi sumberdaya manusia umat Islam juga sangat besar. Dengan hampir 2 miliar penduduk bumi, umat Islam menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Demikian pula keberadaan sumberdaya alam negeri-negeri Muslim yang sangat besar dan beragam. Ini tinggal bagaimana nanti adidaya Islam memanfaatkannya untuk menguatkan Islam dan kaum Muslim.

 

Adakah basis keimanan atau i’tiqadi tentang janji Allah atas kemenangan Islam pada akhir zaman?

Tentu ada. Kekuatan keimanan adalah kekuatan yang mendasar. Bisyarah Rasulullah saw. dan janji-janji Allah akan kemenangan Islam menjadi keyakinan yang terus tumbuh dalam diri umat. Inilah yang menakutkan Barat. Pasalnya, keimanan adalah kekuatan yang tidak dapat diukur secara fisik, namun realitasnya bisa muncul dengan kekuatan yang dahsyat.

 

Apa yang perlu kita persiapkan untuk itu semua?

Umat Islam harus mengokohkan keyakinannya tentang kemenangan Islam pada akhir zaman. Kemudian umat Islam harus menyadari tentang pentingnya penerapan syariah Islam secara kaffah, yang hanya melalui tegaknya Khilafah Islam.

Dengan begitu, umat harus mempersiapkan diri untuk menegakkan Khilafah. Ini tentunya membutuhkan pengorbanan. Tidak hanya materi, namun juga pengorbanan immateri. []

 

 

0 Comments

Leave a Comment

5 × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password