Pengantar [Perang Istilah]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, perang opini dan perang wacana adalah di antara uslub serangan Barat atas Dunia Islam dalam perang non-fisik. Di dalamnya termasuk perang istilah. Melalui perang istilah, Barat berusaha mengacaukan, menyimpangkan sekaligus meruntuhkan istilah-istilah yang sudah mapan dalam Islam selama berabad-abad lamanya.

Melalui perang istilah, Barat berusaha ‘menafsir ulang’ istilah-istilah Islam yang sudah mapan itu agar sesuai dengan kepentingan Barat. Syariah, misalnya, sekadar dimaknai ‘jalan’. Jihad diartikan sekadar sungguh-sungguh; bukan ‘perang suci’ fi sabilillah melawan kaum kafir. Khilafah atau Imamah sekadar dimaknai kepemimpinan yang bersifat umum, yang bisa berwujud kerajaan, kekaisaran, republik, dan bentuk pemerintahan lainnya yang bercorak sekular.  Bahkan Islam sekadar dimaknai dengan ‘sikap pasrah’. Karena itu non-Muslim sekalipun, jika pasrah kepada Tuhan, bisa disebut Muslim.

Yang paling mutakhir, mereka berupaya mengganti kata kafir dengan istilah non-Muslim (ghayr Muslim). Alasannya, kata tersebut mengandung unsur diskriminasi terhadap non-Muslim sebagai sesama warga negara. Bahkan julukan kafir, klaim mereka, bisa menyakiti non-Muslim.

Tentu, perang istilah ini memiliki tujuan jahat tertentu. Tidak lain untuk meruntuhkan—sedikit demi sedikit—bangunan Islam sebagai sebuah ideologi, sistem kehidupan sekaligus peradaban yang mulia dan agung. Dengan menafsir ulang makna Islam, kafir, syariah, khilafah dan jihad, misalnya, Barat sukses menjauhkan pemahaman Islam yang hakiki dari kaum Muslim. Dalam kadar terentu, bahkan umat Islam membenci makna sebenarnya dari istilah-istilah tersebut. Saat jihad dimaknai dengan ‘perang suci’, khilafah diartikan dengan sistem pemerintahan Islam, dsb, hal demikian dianggap kaku dan sebuah kemunduran.

Dengan demikian, sebagian tujuan Barat untuk menghancurkan Islam sebetulnya sudah terwujud.

Karena itu kaum Muslim selayaknya sadar dan bersikap kritis terhadap perng istilah ini, baik yang dilakukan oleh Barat secara langsung maupun melalui antek-anteknya dari kalangan kaum Muslim sendiri, khususnya kaum liberal.

Itulah tema utama al-waie kali ini, selain sejumlah tema menarik lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

fourteen + 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password