Tanpa Alasan, Syaikh Ismail Alwahwah Ditahan di Yordan

Kantor Media Hizbut Tahrir Australia menyatakan aktivis Hizbut Tahrir Australia Syaikh Ismail Alwahwah (Abu Anas) ditahan dengan cara kriminal oleh Direktorat Jenderal Intelijen Yordania (GID) di Bandara Internasional Queen Alia sejak Rabu 25 Juli 2018.

“Hinga sekarang sudah 10 hari beliau ditahan, tanpa dikenakan tuduhan apapun. Ismail belum juga diberikan penasehat hukum,” tulis rilis yang dilansir Mediaumat.news, Selasa (7/8/2018).

Ismail Alwahwah menderita beberapa penyakit komplikasi yang mengancam nyawanya. “Kami menganggap rezim Yordania bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan dan kesehatannya,” tulis rilis tersebut.

Yordania memiliki catatan penindasan dan penyiksaan yang buruk.  Banyak aktivis politik mendekam di penjara karena tidak adanya aturan hukum.

“Kami menyimpan kekhawatiran besar akan kondisi Ismail. Kejahatan yang harus dikutuk dengan keras adalah penahanan yang tidak adil terhadap Ismail, terlepas dari apa tuduhan yang mungkin atau yang tidak mungkin dari rezim Yordania yang diciptakan kemudian,” tegasnya.

Ismail Alwahwah adalah warga negara Australia. Selain itu ia mendapatkan suaka politik di Australia pada tahun 1997 karena tindakan keras yang ia hadapi di tangan rezim Yordania.

Oleh karena itu, pemerintah Australia harus melakukan segala upaya untuk mengamankan dengan segera pembebasan Ismail Alwahwah.

“Kegagalan untuk melakukan hal itu tidak hanya dianggap sebagai kelalaian, tetapi juga dianggap tidak lebih dari keterlibatan dengan rezim. Pasalnya, Australia mengakui dirinya sebagai pemasok  dari tindakan represif yang dilakukan di luar hukum,” pungkas rilis tersebut.

0 Comments

Leave a Comment

one × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password