Dukungan Pemerintah Trump Salibis Terhadap Entitas Yahudi

Amir Hizbut Tahrir, Al-Alim Atha’ bin Khalil Abu Rasytah menyatakan Pemerintah Amerika yang sekarang mendukung entitas Yahudi dengan sangat kuat melebihi pemerintah-pemerintah sebelumnya.

“Amerika melihat bahwa Timur Tengah telah menjadi wilayah yang penuh gejolak yang digoyang oleh revolusi yang menolak status quo dalam semua aspeknya,” ungkapnya seperti diberitakan mediaumat.news, Kamis (11/1/2018).

Menurut Syaikh Atha’, jika sekarang Amerika mampu melawan revolusi melalui rezim yang berkuasa di Dunia Islam, itu bisa jadi tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat, karena semakin lemahnya rezim-rezim ini, dan bahkan beberapa di antaranya telah jatuh. Karena itu keberadaan entitas Yahudi dalam strategi Amerika penting sebagai prioritas dalam melayani kepentingan Amerika setelah lemahnya rezim-rezim Arab.

Dengan semua ini, lanjut Syaikh Atha’, apa yang tampaknya aneh dalam pemerintahan Trump, seperti kemungkinan untuk meninggalkan solusi dua negara dan penerapan solusi satu negara, dan seperti pemindahan Kedutaan Amerika ke Al-Quds (Yerusalem), hingga Amerika melakukan tipudaya; semua ini tidak lain adalah sebuah ekspresi sejauh mana bahaya yang dirasakan oleh Amerika atas kepentingannya di hadapan revolusi kaum Muslim. Untuk itu, Amerika fokus mendukung entitas Yahudi yang diyakini bahwa ia dapat melindungi kepentingannya setelah antek-anteknya di kawasan Timur Tengah tergoyang.

“Maka dari itu, berangkat dari concern dan dukungan terhadap entitas Yahudi, Presiden Trump meminta Palestina untuk menghentikan provokasi. Lalu dalam pertemuan pertamanya dengan Abbas pada hari Rabu, 3 Mei, Trump meminta para pemimpin Palestina (untuk berbicara dengan satu suara melawan provokasi kekerasan terhadap Israel … ),” pungkasnya.

0 Comments

Leave a Comment

4 × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password