Pengantar [Derita Dunia Islam 2020]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, setidaknya dalam tiga dekade terakhir kondisi Dunia Islam makin terpuruk, terjajah dan tertindas. Lebih dari setengah abad, Timur Tengah masih tidak stabil. Palestina masih terus menderita. Irak makin hancur. Suriah makin kacau. Yaman terus bergolak. Pasca Arab Spring, nasib umat Islam juga belum beranjak ke arah yang lebih baik.       Di belahan bumi lain—Xinjiang, India, Myanmar, dll terus ditindas. Di Indonesia sendiri umat Islam seolah makin terpinggirkan baik secara politik maupun ekonomi.

Namun demikian, meski kondisi Dunia Islam terus memburuk, sebetulnya harapan dan optimismi kita makin menguat. Hal ini tidak lepas dari: Pertama, kesadaran ideologis dan politis umat Islam makin meningkat. Kerinduan mereka pada agamanya tidak lagi semata-mata bersifat ritual atau spiritual. Lebih jauh mereka sangat merindukan Islam—dengan totalitas syariah—mengatur kehidupan seluruh aspek mereka. Mereka amat merindukan Islam kaffah.  Islam yang ditegakkan oleh institusi Khilafah.

Kedua, makin tampak nyata kegagalan Kapitalisme global dalam menciptakan kemakmuran, kesejahteraan, keadilan dan keamanan. Bukan hanya gagal, Kapitalisme global justru menjadi biang segala persoalan yang mendera dunia saat ini. Sebut saja kemiskinan, ketimpangan ekonomi dan sosial, pelanggaran HAM (khususnya terhadap kaum Muslim), perang saudara, penjajahan, penindasan, dll. Semua realitas ini mengakibatkan banyak warga Dunia muak dengan Kapitalisme global. Bahkan ketidakpercayaan terhadap Kapitalisme global justru muncul dari banyak masyarakat Barat sendiri, terutama Amerika. Alhasil, keruntuhan Kapitalisme global sesungguhnya tinggal menunggu waktu.

Ketiga, banyak umat yang makin percaya dan makin yakin bahwa Islam akan kembali memimpin Dunia. Mereka makin yakin bahwa Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah yang kedua pasti muncul. Tentu untuk menggantikan rezim Kapitalisme global pimpinan Amerika yang terbukti rusak dan merusak.

Persoalannya, tak cukup sekadar harapan dan optimisme. Harus ada upaya dan perjuangan yang sungguh-sungguh dari seluruh komponen umat untuk menjadikan harapan dan optimisme itu menjadi kenyataan.

Itulah tema utama al-waie kali ini, selain sejumlah tema menarik lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

20 + 10 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password