Tragedi Ghouta!

Area pelosok di Damaskus masih dalam kepungan pasukan pemerintah Suriah. Menurut PBB, hampir 400 ribu penduduk masih berada di Ghouta Timur. Wilayah ini dikendalikan oleh dua faksi Salafi, Jaysh al-Islam dan Ahrar al-Sham juga Faylaq al-Rahman, dan kelompok Free Syrian Army. Distrik ini terdiri dari permukiman pedesaan dan didesain sebagai zona deskalasi oleh Rusia, Turki dan Iran. Penduduk sipil telah diminta meninggalkan wilayah itu secara sukarela sejak tahun lalu dan bantuan kemanusiaan diizinkan masuk.

Obsesi Rusia dalam mempengaruhi perpolitikan di Suriah sangat tampak dalam serangan udara di Ghoutta Timur. Serangan udara bertubi-tubi dilakukan oleh militer Suriah, didukung dan disokong oleh pemerintah Rusia. Banyak dari korban tewas hasil serangan udara adalah anak-anak dan wanita.

Intervensi Rusia yang sangat aktif ditenggarai karena adanya Amerika Serikat yang membangun puluhan basis militer di Suriah. Salah satunya adalah penyokongan militer terhadap Pasukan Kurdi yang menyebabkan Turki melancarkan operasi Olive Branch. Dengan bermainnya kedua negara besar tersebut, perdamaian di Suriah hanya menjadi harapan kosong.

Kondisi Rezim Assad yang menjelang ajal membuat Barat dan sekutunya sangat khawatir. Meskipun tampak berseberangan, Amerika, Rusia dan Rezim Suriah sepakat untuk mencegah berdirinya Negara Khilafah Islam di Suriah. Karena itu, kedua AS dan sekutunya harus terus mengendalikan Suriah.

Sikap Amerika dan Suriah yang tampak berbeda dan berseberangan dengan Rusia sebenarnya hanyalah merupakan tipuan belaka. Kedua negara itu pada hakikatnya berusaha mengulur waktu karena hingga saat ini belum mendapatkan rezim pengganti Assad yang tepat dan bisa dikontrol oleh Barat. Mereka juga berusaha menakuti pejuang Suriah, bahwa kalau negara itu jatuh ke tangan mujahidin maka koalisi Amerika, Rusia, plus Israel akan melakukan serangan.

Harusnya hegemoni Barat tidak pernah akan membuat gentar para pejuang Islam di Suriah khususnya untuk menyandarkan kemenangan dan pertolongan hanya kepada Allah SWT semata-mata. Para mujahidin dengan dukungan rakyat hendaknya tidak dikendalikan dan dibengkokkan Barat. Mereka harus semakin kokoh untuk menolak intervensi Barat dan tawaran sistem demokrasi sekular. Amerika yang khawatir untuk intervensi militer langsung ke Suriah terus menggunakan tangan Rusia, Iran dan negara-negara Arab untuk memudahkan segala tujuan politiknya.

Terkait tragedi Ghouta Timur, kaum Muslim melihat para penguasa negeri-negeri muslim terdiam, Dengan izin Allah segala bentuk makar Amerika dan sekutunya ini akan gagal. Tawaran demokrasi Amerika, insya Allah, tidak akan laku di Suriah. Pasalnya, rakyat Suriah menginginkan berdirinya Negara Islam. Bumi Syam yang diberkahi Allah SWT sudah dibasahi oleh darah para mujahidin yang syahid. Dengan pertolongan Allah Bumi Syam tidak akan bisa dikotori oleh para pengkhianat yang menjadi kaki tangan Amerika. [M. Rachmat Hidayatullah; (Forum Rakyat)]

0 Comments

Leave a Comment

12 − seven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password