Pengkhianatan Penguasa Muslim Membuat Seolah Yahudi Hebat

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya bekerja melawan ancaman Iran di banyak daerah. “Sungguh kami telah bertindak di banyak arena melawan negara yang berusaha menghancurkan kami. Tentu saja, pasukan keamanan telah diberi kebebasan menjelaskan dan menginstruksikan untuk melakukan apa yang diperlukan guna menggagalkan rencana-rencana Iran ini,” ujarnya seperti diberitakan arabi21.com, Jumat (23/08/2019).

Netanyahu menuduh Iran “berusaha untuk mendirikan pangkalan melawan kita di mana-mana, di Iran sendiri, juga di Lebanon, Suriah, Irak dan Yaman.” Dia menambahkan, “Saya tidak memberikan kepada kekebalan Iran di mana pun.”

Menurut hizb-ut-tahrir.info, Senin (26/08/2019) berbagai insiden dan fakta telah membuktikan bahwa entitas Yahudi adalah harimau kertas (mainan). Ia tidak mampu mengatasi perlawanan senjata ringan dengan sedikit perbekalan. Namun, pengkhianatan para penguasa negeri kaum Muslim dan persekongkolannyalah yang membuat seolah-olah Yahudi hebat.

“Ancaman rezim Iran untuk melenyapkan entitas Yahudi hanyalah gelembung-gelembung media, bahwa semua slogan mereka benar-benar menyesatkan. Jika tidak, tentu pernyataan seperti itu menuntut pengumuman perang. Namun, mungkinkah bagi orang yang telah menggadaikan dirinya kepada Barat berani bertindak buruk pada anak angkatnya Barat, yakni entitas Yahudi?!” tanyanya retoris.

Sungguh, yang membuat entitas Yahudi berada di atas angin dan eskalasi agresinya adalah karena pengkhianatan para rezim, baik yang loyalis dan yang menentang sama saja, yang tidak menganggap entitas Yahudi sebagai musuh nyata. “Karena itu ketika para rezim terburu-buru untuk menormalkan hubungan dengan entitas Yahudi melalui kerjasama militer dan intelijen, itu merupakan indikasi dari realitas yang telah ada sejak awal,” bebernya.

Untuk mengatasi agresi Yahudi di kawasan Timur Tengah, Palestina dan al-Quds (Yerusalem), adalah dengan mencabut entitas ini dari akarnya. Ini bukan solusi rekaan, melainkan satu-satunya solusi, dan kewajiban yang harus dilakukan untuk membebaskan tempat Isra’ Rasulullah saw. serta untuk menyelamatkan kaum Muslim dan kawasan Timur Tengah dari kejahatannya.

“Dalam hal ini, kewajiban tentara umat keluar dari selimut rezim antek, membebaskan diri dari belenggunya, kemudian mulai berjihad di jalan Allah, mengangkat panji kebenaran, serta membebaskan negara dan rakyat. Lupakan mereka para kurcaci dan mereka yang berdiri di belakangnya, yang telah mendapatkan bisikan setan,” pungkasnya.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

seven − three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password