Pengantar [Senjakala Kapitalisme]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, Revolusi Prancis (1789) atau Revolusi Industri (1763) di Inggris, atau akhir Abad-18 dan awal Abad-19, menandai kelahiran ideologi Kapitalisme di Barat. Kapitalisme lahir dari rahim sekularisme. Sekularisme tidak lain adalah sebuah paham/keyakinan yang menolak sama sekali campur tangan Tuhan (agama) dalam mengatur kehidupan. Alhasil, Kapitalisme tidak semata-mata ditandai oleh awal kebangkitan dan kemajuan teknologi di dunia Barat. Yang justru paling menonjol, Kapitalisme dicirikan oleh kelahiran sistem kehidupan modern Barat yang lepas sama-sekali dari nilai-nilai agama.

Sayangnya, pilihan atas Kapitalisme yang nir agama harus dibayar mahal oleh masyarakat Barat. Belum dua abad, Kapitalisme global justru malah melahirkan banyak persoalan kemanusiaan yang kompleks dan destruktif. Kemiskinan, kesenjangan ekonomi, kerusakan moral, ketidakadilan hukum, pelanggaran HAM, penjajahan, ragam perang yang memakan banyak korban ingat perang Dunia I dan II), kriminalitas, dll adalah pemandangan biasa yang bisa disaksikan di berbagai belahan dunia. Bahkan di dunia Barat sendiri—meski secara ekonomi rata-rata maju—kesenjangan ekonomi dan sosial justru amat parah. Segelintir orang menguasai sebagian besar kekayaan. Sebaliknya, sebagian besar orang hanya memiliki sedikit kekayaan. Bahkan banyak di antara mereka yang hidup miskin. Demikian pula kerusakan moral dan kriminalitas. Amat memprihatinkan.

Kini, Kapitalisme global tampak makin rapuh. Banyak yang memprediksi, Kapitalisme global tidak lama lagi bakal rubuh. Terutama karena masyarakat dunia saat ini, tak tekecuali dunia Barat, kembali dilanda krisis ekonomi yang parah. Apalagi sejak Pandemi Covid-19. Di sisi lain, kepercayaan masyarakat dunia terhadap demokrasi—yang menjadi pilar penting ideologi Kapitalisme—makin luntur. Pasalnya, demokrasi acapkali tak berpihak kepada mayoritas rakyat, tetapi kepada segelintir para pemilik modal. Ini tak hanya terjadi di Dunia Islam, tetapi bahkan di dunia Barat sendiri.

Alhasil, “Senjakala Kapitalisme” bukanlah istilah yang mengada-ada. Itu pertanda, Kapitalisme global yang menuju masa kegelapan tidak lama lagi, yang bisa jadi berujung pada kematiannya. Setelah itu, diyakini, giliran ideologi Islam kembali memimpin dunia. Tentu di bawah naungan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

Itulah tema utama al-waie edisi kali ini, selain sejumlah bahasan menarik lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

5 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password