Dekatnya Kemenangan

Dalam menyambut Idul Adha 1440 H-2019 Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah kembali mengingatkan berbagai upaya Barat untuk menghalangi tegaknya kembali Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah yang akan mempersatukan umat Islam.

Syaikh Atha’ Abu ar-Rasytah  menegaskan bahwa Khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir di seluruh dunia akan menghancurkan penjajahan kaum kafir imperialis. Inilah yang membuat ngeri antek-antek mereka para penguasa di negeri kaum Muslim. Ini pula yang sekaligus menggentarkan para gembong munafik dan para pendengki, yaitu orang-orang yang berpenyakit di dalam hati mereka. Para penguasa boneka ini membungkuk di belakang kaum kafir, berharap mereka dilindungi oleh negara-negara kafir imperialis.

Keadaan seperti ini digambarkan Allah SWT dalam al-Quran: Kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (kaum munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya. Lalu karena itu mereka menjadi menyesal atas apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka (TQS al-Maidah [5]: 52).

Syaikh Abu ar-Rasytah  mengingatkan  bahwa negara-negara kafir imperialis dengki terhadap Islam dan kembalinya negara Khilafah. Kedengkian itu tertanam sejak Perang Salib. Antek-antek mereka mengerahkan segala upaya untuk menghalangi kembalinya Khilafah. Meereka merancang cara-cara keji dan merekayasa berbagai sarana bengis dalam menangkapi para pejuang Khilafah. Negara-negara imperialis menangkapi dan menyiksa para pejuang Khilafah sampai pada tingkat meninggal dalam keadaan syahid di penjara-penjara negara kafir dan antek mereka.

Lebih lanjut dijelaskan, negara-negara kafir imperialis dan antek-anteknya berupaya menjustifikasi tindakan keji mereka dengan tuduhan terorisme yang direkayasa, atau perkara rekaan yang mereka sebut sebagai conveyor belt (sabuk penghantar) untuk terorisme. Sekararang ini mereka membuat tuduhan yang direkayasa “terorisme elektronik”! Mereka mengejar syabab Hizb di laman-laman mereka dan menangkap mereka serta menyiksa mereka dengan dalih mereka melakukan terorisme elektronik! Padahal setiap orang yang memiliki dua mata akan melihat laman-laman syabab Hizb penuh dengan kalimat kebenaran dan penjelasan hakikatnya. Pada saat yang sama laman-laman mereka penuh dengan kebohongan, tipuan, kedustaan dan tuduhan palsu. Semoga Allah membinasakan mereka, bagaimana mereka sampai dipalingkan dari kebenaran.

Sesungguhnya negara-negara kafir imperialis dan antek-anteknya tidak akan berhenti. Mereka akan terus-menerus merekayasa berbagai cara keji satu demi satu agar bisa menghalangi keberhasilan Hizb Tahrir dalam menegakkan Khilafah. Hal itu merupakan agenda vital hidup dan mati mereka. Sama persis seperti penegakan Khilafah yang merupakan agenda vital hidup dan mati dalam pandangan Hizb Tahrir dan setiap orang beriman. Musuh-musuh Islam tidak akan berlepas diri dari tipudaya mereka kepada Hizb dan Khilafah.

Namun, Amir Hizbut Tahrir mengingatkan tipudaya kaum-kaum itu akan berbalik ke leher mereka. Makarnya justru akan membinasakan mereka sendiri. Allah SWT berfirman: Sungguh mereka telah membuat makar yang besar. Padahal di sisi Allahlah (balasan) makar mereka itu. Sungguh makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya (TQS Ibrahim [14]: 46).

Semua ini tidak akan menghentikan perjuangan Hizbut Tahrir. Hizb akan terus berdiri meneriakkan kebenaran dengan lantang, tidak takut di jalan Allah kepada celaan orang-orang yang suka mencela, sampai berhasil menegakkan Khilafah dengan izin Allah dan hidup kaum-kaum itu pun tersungkur. Hakikat dekatnya kemenangan ini sangat jelas digambarkan oleh Allah SWT.

Pertama: Sesungguhnya kesulitan itu menyiarkan jalan keluar. Ini ada dalam ayat-ayat Allah yang muhkam di lebih dari satu tempat. Allah SWT berfirman: Jika para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami. Lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Tidak dapat ditolak siksa Kami dari kaum yang berdosa (TQS Yusuf [12]: 110).

Hal itu ditegaskan oleh sirah Rasulullah saw. Sungguh pertolongan itu makin dekat seiring dengan makin kerasnya krisis.

Kedua: Allah telah menjanjikan pemberikan kekuasaan (istikhlâf). Allah SWT berfirman: Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa (TQS an-Nur [24]: 55).

Rasul saw. pun telah memberikan kabar gembira bahwa Khilafah akan kembali  setelah kekuasaan diktator yang sedang menimpa kita: Hudzaifah ra. berkata  bahwa Rasul saw. pernah bersabda, “…Kemudian akan ada kediktatoran, yang akan tetap ada atas kehendak Allah, kemudian Dia akan mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian.” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Ketiga: Janji Allah berupa pemberian kekuasaan dan kabar gembira Rasul-Nya berupa kembalinya Khilafah itu tercatat di dalam qadar Allah, di dalam ilmu-Nya di Lauhul Mahfuzh; tercatat (akan terwujud) pada waktu tertentu di sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tidak akan terluputkan. Setiap hari yang berlalu itu makin mendekatkan kita dari waktu yang dijanjikan itu, bukan menjauhkan kita, dan karenanya jiwa kita tetap terpaut dengannya dan optimis.

Keempat: Sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan malaikat dari langit untuk menegakkan Khilafah untuk kita. Namun, sunatullah dalam ciptaan-Nya adalah Allah SWT memuliakan penduduk bumi orang yang layak mendapat kemuliaan penegakan Khilafah melalui kedua tangannya dengan sungguh-sungguh, dengan kebagusan dan kesempurnaan amalnya untuk mewujudkannya. Sungguh Hizbut Tahrir yang berjuang untuk itu dengan izin Allah SWT adalah lebih berhak dan lebih layak mendapatkannya.

Inilah pesan-pesan penting dari Amir Hizbut Tahrir untuk seluruh umat Islam. [Farid Wadjdi]

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

seven + 11 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password