Pengantar [Jejak Khilafah di Nusantara]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, jejak Khilafah Islam di Nusantara sebetulnya cukup terang-benderang. Ada beberapa alasan. Pertama: Banyaknya bukti-bukti arkeologis yang memang menunjukkan bahwa jejak Khilafah memang ada di Bumi Nusantara.  Bukti yang paling jelas adalah adanya sejumlah kesultanan Islam yang masih eksis sampai sekarang. Misalnya saja Kesultanan Yogya. Juga beberapa kesultanan lain. Menurut  penelitian beberapa sejarahwan, ada semacam pengakuan secara politis oleh Khilafah Turki Utsmani terhadap penguasa Islam (para sultan) di Nusantara. Di sisi lain, para sultan tersebut memberikan pengakuan bahkan baiat kepada Khalifah Turki Utsmani. Setidaknya itulah yang terungkap dari film dokumenter berjudul Jejak Khilafah di Nusantara yang diinisiasi oleh Nicho Pandawa dan kawan-kawan. Film ini bukan sekadar film biasa. Namun, film sejarah yang telah melalui riset yang cukup panjang.

Kedua: Jauh sebelum masa Khilafah Turki Utsmani, jejak Khilafah di Nusantara bahkan bisa dilacak sejak kekuasaan Khilafah Umayyah. Hal itu bisa dibuktikan oleh hasil penelitian sejarahwan terkait adanya surat Raja Sriwijaya kepada salah seorang khalifah dari Kekhilafahan Umayyah pada masa itu. Isinya adalah permohonan Raja Sriwijaya saat itu kepada Khalifah Umayyah untuk mengirimkan da’i yang bisa mengajarkan Islam di Bumi Sriwijaya.

Ketiga: Banyak bukti sejarah yang memperkuat asumsi bahwa pesatnya perkembangan Islam di Nusantara bukan semata-mata peran dakwah individual para da’i, di antaranya Wali Songo, tetapi juga—yang lebih penting—keterlibatan kekuasaan Khilafah yang saat itu merupakan adidaya Dunia. Apalagi dakwah dan perkembangan Islam di Nusantara banyak ditopang oleh para sultan dari sejumlah kesultanan yang ada di Nusantara.

Masih banyak alasan lainnya. Namun, ketiga alasan di atas cukup mewakili argumentasi mengapa jejak Khilafah di Nusantara benar-benar historis. Sebaliknya, sikap menolak adanya jejak Khilafah di Nusantara itulah yang ahistoris.  Apalagi bukan sekadar jejak hubungan. Bahkan Khilafah pernah punya kontribusi nyata terhadap Nusantara. Di antaranya saat Khilafah Turki Utsmani membantu rakyat Aceh dalam perang melawan penjajah, yakni Portugis.

Itulah tema utama Al-Waie edisi kali ini. Simak juga sejumlah tema menarik lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

two × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password