Dakwah Fikriyyah Tanpa Kekerasan

Dakwah Fikriyyah adalah aktivitas dakwah untuk mengubah pola pikir masyarakat, yakni mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya tidak berpikir secara islami menjadi berpola pikir islami.

Pemikiran hanya bisa diubah dengan memberikan pemikiran yang baru karena faktanya pemikiran hanya bisa diubah dengan pemikiran pula, bukan dengan aktivitas yang lain (fisik).

Dengan dakwah pemikiran, umat diajak untuk berpikir mengenai realitas yang sedang terjadi pada umat Islam. Mereka lalu menjadi sadar bahwa ternyata memang sedang ada masalah yang terjadi, khususnya yang menimpa umat Islam.

Tanpa adanya dakwah yang fokus pada dakwah pemikiran, yakni aktivitas dakwah yang berusaha untuk membangkitkan taraf berpikir umat—yang bisa menyebabkan mereka memiliki kesadaran terhadap realitas atau fakta yang sedang terjadi—maka ketiadaan kesadaran akan menjadikan kondisi umat Islam semakin berbahaya. Ketiadaan kesadaran ini akan menjadikan umat ini tidak akan bergerak karena merasa tidak ada masalah apa-apa terhadap Islam dan umatnya. Akibatnya, semakin mudah bagi orang-orang kafir untuk melemahkan bahkan memperdaya umat Islam.

Jika kita mengamati kondisi negeri-negeri Muslim hari ini jelas menunjukkan umat Islam sekarang sedang sakit. Namun, masih banyak kaum Muslim yang belum sadar bahwa dirinya sedang sakit. Karena tidak adanya kesadaran bahwa umat sedang sakit tersebut, maka tidak ada yang mau meminum obat untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut.

Kalau boleh menggunakan salah satu dari empat (4) tipe manusia yang dibuat oleh Hujjatul Islam, yakni Imam al-Ghazali, ada: rajulun la yadri wa la yadri annahu la yadri (seseorang yang tidak tahu dan dia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu). Artinya, bisa kita samakan dengan seseorang yang tidak sadar bahwa dia sedang sakit.

Di sinilah kembali pentingnya dakwah Fikriyah, dakwah untuk menyadarkan umat ini bahwa umat ini sedang sakit. Kembali pada penerapan syariah adalah obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Oleh karena itu betapa penting dakwah yang fokus pada perubahan pemikiran. Perubahan pemikiran akan menumbuhkan kesadaran pada diri umat untuk mau bergerak.

Apa yang harus disadarkan? Ada empat hal. Pertama, menyadarkan umat ini bahwa sedang ada masalah. Kedua, menyadarkan mereka apa akar masalahnya. Ketiga, menyadarkan mereka tahu solusi atas masalah tersebut. Keempat, menyadarkan mereka bagaimana cara melaksanakan solusi atas masalah tersebut.

Kesimpulannya, umat ini harus terus diberikan penyadaran bahwa mereka sedang memiliki masalah. Apa masalahnya? Tidak lain, ketiadaan penerapan aturan Islam secara kaffah di setiap sendi kehidupan manusia. Karena itulah solusi atas masalah tersebut kembali pada Islam, yakni dengan cara menerapkan syariah Islam secara kaffah. [Abu Inas ; (Tabayyun Center)]

 

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password