Amalan Sunnah

Imam Ali ra. pernah memberi nasihat, “Di antara sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan menjadi kesibukanmu.” (Imam an-Nawawi, Nasha’ih al-’Ibad, hlm. 18).

Berdasarkan pernyataan di atas, seorang Muslim sejatinya senantiasa disibukkan dengan ragam ketaatan. Baik dengan menjalankan semua perkara wajib maupun dengan mengamalkan ragam amalan sunnah. Tak ada kesibukan yang lebih berharga di dunia ini dibandingkan dengan sibuk dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Apalagi, kata Imam Ibnu Katsir rahimahulLah, “Jiwa manusia  selalu memiliki hasrat yang bergejolak. Jika jiwa itu tidak kamu sibukkan dengan kebenaran, ia akan menyibukkan kamu dalam kebatilan.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah, 9/171).

Artinya, sibukkanlah diri kita dengan ragam ketaatan dan kebaikan agar tak ada kesempatan bagi diri kita untuk melakukan kemaksiatan dan keburukan.

Di antara ketaatan dan kebaikan itu adalah menyibukkan diri dengan amalan-amalan sunnah. Tentu selain sibuk menjalankan semua perkara yang wajib.

Berikut adalah sebagian kecil amalan sunnah yang sejatinya bisa dilakukan oleh setiap Muslim.

 

1.Membaca al-Quran.

Di antara amalan sunnah yang penting adalah membaca al-Quran. Begitu pentingnya, membaca al-Quran menjadi tanda cinta seorang hamba kepada Allah SWT. Ibnu al-Qayyim rahimahulLah (w. 751 H) berkata, “Jika kamu hendak mengetahui rasa cinta kepada Allah dalam dirimu dan orang lain maka lihatlah rasa cinta pada al-Quran di dalam hatimu.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Jawab al-Kafi, 1/336).

Karena itu tak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak membaca al-Quran. Kita harus malu dengan pernyataan salah seorang ulama yang berkata, “Banyak orang bisu (tunawicara) berangan-angan bisa melapalkan Kitabullah (al-Quran). Banyak orang tuli (tunarungu) berangan-angan bisa mendengar bacaan al-Quran. Banyak orang buta (tunanetra) berangan-angan bisa melihat (membaca) al-Quran. Pada saat yang sama, banyak di antara kita (yang tidak buta, tidak tuli dan tidak bisu) malah  lebih banyak disibukkan dengan  handhpone/gadget kita (daripada membaca, mendengar dan melapalkan al-Quran).”

Membaca al-Quran memiliki banyak keutamaan. Salah satunya, sebagaimana yang Allah SWT nyatakan dalam sebuah hadis qudsi, “Siapa saja yang disibukkan oleh al-Quran hingga lupa menyebut-nyebut nama-Ku dan lupa meminta kepada-Ku, Aku pasti akan memberi dia sesuatu yang jauh lebih utama daripada apa yang diberikan kepada orang-orang yang biasa meminta (kepada-Ku).” (Ibn Hajar al-Ashqalani, Takhrij Misykah al-Mashabih, 2/223).

Karena itu beruntunglah orang-orang yang selalu menyibukkan diri dengan al-Quran. Mereka adalah orang-orang yang sering membaca mushafnya, mengkaji isinya, menghapal ayat-ayatnya, mengamalkan perintah dan larangannya, juga memperjuangkan penerapan hukum-hukumnya. Allah SWT pasti akan memberi mereka sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya yang biasa berdoa kepada-Nya.

 

2.Shalat malam.

Amalan sunnah penting berikutnya adalah shalat malam. Shalat malam memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya, doa-doa hamba dikabulkan. sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Saat telah berlalu setengah atau sepertiga malam, Allah SWT akan turun ke langit dunia, lalu menyeru, ‘Adakah orang yang meminta, niscaya akan diberi. Adakah orang yang berdoa, niscaya akan dikabulkan. Adakah orang yang memohon ampunan, niscaya akan diampuni.’ Hal itu berlangsung hingga waktu subuh.” (HR Muslim).

 

  1. Sedekah.

Amalan sunnah lain yang juga penting adalah sedekah. Sedekah juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Setiap orang (pada Hari Kiamat nanti) ada dalam perlindungan sedekahnya (yang ia keluarkan saat di dunia) hingga masing-masing orang diberi keputusan (oleh Allah SWT).” (HR Ahmad).

Artinya, orang yang biasa mengeluarkan sedekah, selain akan mendapatkan pahala berlipat ganda, juga akan mendapatkan syafaat (perlindungan dan pertolongan) di akhirat.

Apalagi, sabda Rasulullah saw., “Sedekah tak akan mengurangi harta sedikit pun.” (HR Muslim).

Maknanya, menurut Qadhi ‘Iyadh: sesuai kadar sedekah yang kita keluarkan, Allah SWT akan menambah, mengembangbiakkan dan memperbanyak harta kita (Qadhi Iyadh, Syarh Shahih Muslim, 8/28).

Makna lainnya, menurut Imam an-Nawawi, sedekah akan menjadikan harta kita dilimpahi  keberkahan yang banyak (An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 8/399).

Karena itulah, beliau sendiri orang yang paling dermawan. Biasa bersedekah dengan sedekah berlimpah seperti orang yang tidak takut jatuh miskin. Kebiasaan ini diikuti oleh para sahabat beliau, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Abdurrahman bin ‘Auf dan banyak sahabat yang lain (radhiyalLahu ‘anhum ajma’in). Mereka biasa jor-joran dalam bersedekah.

 

4.Shalawat.

Amalan sunnah yang juga tak kalah penting adalah banyak membaca shalawat. Apalagi pada malam dan hari Jumat. Rasulullah saw.  bersabda, “Sungguh di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Karena itu perbanyaklah oleh kalian bershalawat di dalamnya. Sungguh shalawat kalian akan sampai kepadaku.” (HR Abu Dawud).

Shalawat adalah salah satu tanda cinta seorang Muslim kepada Nabi saw.  Apalagi shalat memiliki banyak keutamaan. Salah satunya bisa menyelamatkan seorang Muslim dari azab neraka dan mengurangi banyak dosa (Ibnu al-Jauzi, Bustan al-Wa’izhin, hlm. 287).

*****

Tentu masih banyak amalan sunnah yang lain seperti shaum sunnah, zikir, dll. Semua ini merupakan kebaikan. Kebaikan ini akan tetap mendatangkan pahala) meski saat kita—karena sebab tertentu—terhalang  mengamalkannya. Sebabnya, sabda Rasulullah saw., “Jika seorang hamba sakit, atau melakukan safar, maka dia tetap diberi pahala atas amal kebaikan yang biasa ia lakukan saat muqim (tidak sedang bepergian)  atau saat ia sedang sehat.” (HR al-Bukhari).

Semoga kita bisa dan biasa melakukan semua kebaikan di atas.

Wa ma tawfiqi illa bilLah. [ABI]

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

seven + seven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password