Ramadhan di Tengah Wabah

Marhaban ya Ramadhan. Bulan kemuliaan. Bulan berlimpah kebaikan dan keutamaan. Pada bulan ini setan-setan di belenggu, pintu neraka di tutup dan pintu surga dibukakan (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ramadhan adalah Syahrul Qur’an. Di dalamnya al-Quran sebagai pedoman hidup manusia diturunkan.

Ramadhan saat ini berbeda dengan sebelumnya. Ramadhan saat ini umat Islam di seluruh dunia sedang menghadap pandemi yang dahsyat: Virus Corona (Covid-19). Wabah ini telah banyak korban jiwa. Lebih dari dua juta orang di seluruh dunia terinfeksi. Kematian hampir mencapai 200 ribu orang.

Ramadhan di tengah wabah ini seharusnya semakin menambah ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan pandemi ini Allah SWT sesungguhnya sedang memberikan pelajaran kepada kita tentang kemahabesaran Allah dan kelemahan kita sebagai hamba-Nya. Sudah seharusnya kita mencampak kesombongan kita. Kita kerap merasa hebat di hadapan manusia, bahkan merasa hebat di hadapan Allah. Kondisi ini seharusnya membuat kita lebih tunduk lagi kepada Allah. Lebih takut dan taat lagi kepada Allah. Wujud ketaatan itu tidak lain adalah dengan menjalankan syariah-Nya secara kaffah.

Wabah ini juga seharusnya menjadi pelajaran bagi para penguasa diktator, rezim represif, anti Islam di negeri-negeri Islam. Mereka yang selama ini bertingkah layaknya Fir’aun seharusnya sadar betapa lemahnya mereka di hadapan Allah SWT. Mereka tidak bisa berbuat banyak menghadapi virus ini. Kekuasaan, harta, para pendukung, semuanya lemah dan lumpuh menghadapi wabah ini. Bahkan ada penguasa yang mengungsikan dirinya dan keluarganya ke pulau tertentu, karena takut kematian.

Lihat pula negara-negara Barat. Selama ini mereka mengklaim sebagai negara adidaya di dunia. Mereka juga terkapar berhadapan dengan penyakit Covid-19 ini. Amerika yang memiliki kekuatan modal yang kuat, teknologi kesehatan nomor wahid di dunia, juga terkapar berhadapan dengan virus ini. Para ahli di Amerika memperkirakan jumlah korban yang tewas akibat terinfeksi virus Corona ini bisa mencapai angka 100 ribu hingga 240 ribu orang. Wabah ini jelas menegaskan kembali kelemahan ideologi manusia yang rakus:  Kapitalisme. Wabah ini bukan hanya berdampak pada ekonomi. Secara politik pun, tatanan dunia diperkirakan akan mengalami perubahan hebat, seperti yang dinyatakan Henry Kissinger, politisi senior Amerika.

Para penguasa negeri Islam yang selama ini tunduk kepada Amerika dengan ideologi Kapitalismenya seharusnya sadar betapa rapuhnya ‘tuan besar’ mereka. Mereka tak punya malu memerangi Islam dan umat Islam demi melayani syahwat kepentingan tuan-tuan mereka, negara-negara imperialis. Mereka bersandar kepada selain Allah. Sungguh mereka sedang bersandar kepada sesuatu yang sangat lemah, seperti sarang laba-laba (Lihat: QS al-Ankabut [29]: 41).

Ramadhan seharusnya makin menyadarkan kita bahwa berhukum kepada selain hukum Allah akan membawa kehancuran. Hanya dengan Islamlah kita akan selamat dunia dan akhirat. Inilah wujud ketakwaan hakiki yang dituntut Allah SWT dari kita. Kita taat pada syariah Islam secara totalitas.

Inilah inti dari bulan Ramadhan, yakni ketakwaan yang terwujud dalam ketaatan. Inilah yang diharapkan semakin kuat dan kokoh muncul pada diri seorang hamba saat menunaikan puasa pada bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Sikap kita kepada para penguasa yang masih menghamba pada Kapitalisme harus jelas. Haram tunduk kepada mereka yang tidak tunduk pada aturan-aturan Allah SWT. Apalagi mereka memerangi dan memusuhi syariah Islam serta mengkriminalisasi ajarannya seperti Khilafah.

Bagi para pengemban dakwah yang dimuliakan Allah SWT, yang hidup matinya hanya untuk Islam, yang detik demi detik jatuh-bangun untuk memperjuangkan tegaknya agama Allah ini, wabah ini seharusnya memberikan optimisme. Kita berjuang tidak sendiri. Ada Allah SWT Yang Mahakuasa. Sang Pemilik Kekuasaan inilah yang menggilirkan kekuasaan kepada siapapun.  Wabah ini menunjukkan kepada kita betapa lemahnya Amerika, apalagi para penguasa negeri Islam. Sudah seharusnya, hal ini menghilangkan rasa takut kepada mereka, meskipun sekecil biji dzarrah.

Rasa takut kepada manusia inilah yang bisa membuat kita lemah dalam berdakwah. Lemah dalam berpegang teguh pada perintah-Nya. Sungguh Allahlah Yang Mahakuasa. Sebaliknya, para penguasa maksiat yang memusuhi agama Allah ini lemah selemah-lemahnya. Kita tidak perlu takut pada celaan dan ancaman mereka. Bukankah Allah memerintahkan kita hanya takut kepada Allah SWT (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44).

Terakhir, wabah di tengah Ramadhan ini makin menambah keyakinan kita tentang janji kemenangan dari Allah SWT. Serahkan urusan kemenangan ini hanya kepada Allah. Dialah Zat Yang Maha Penolong. Dia sanggup melakukan apapun untuk meluluhlantakkan peradaban sehebat apapun, termasuk Kapitalisme.

Hanya saja perlu kita kembali mengingat seruan dari Amir Hizbut Tahrir dalam Peringatan 99 tahun Keruntuhan Khilafah tahun ini, tentang pentingnya menyertakan perjuangan bersamaan dengan keyakinan kepada janji Allah SWT. Tak cukup keyakinan. Juga harus ada amal perjuangan!

Syaikh al-‘Alim al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah mengingatkan: “Allah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa akan menolong kita jika kita menolong Dia, yakni dengan kita menjadi bagian dari orang-orang yang berjuang dengan benar dan mukhlish. Sunnah Allah mengharuskan tidak diturunkan para malaikat yang berjuang mewakili kita dan menegakkan Khilafah untuk kita, sementara kita hanya duduk dan berpangku tangan saja! Allah SWT menurunkan para malaikat jika Dia berkehendak, membantu kita dan kita sedang berjuang. Begitulah, janji Allah dalam setiap kemenangan, baik dalam penegakan Khilafah dengan perjuangan yang baik dan sempurna, atau dalam pembebasan dan kemenangan dari Allah SWT melalui perang di jalan Allah SWT.”

Allahu Akbar! [Farid Wadjdi]

 

0 Comments

Leave a Comment

4 × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password