Rezim Otoriter Suriah Memulai Permainan Akhir di Idlib

Setelah tumbangnya berbagai kelompok revolusioner Suriah, rezim Assad memasuki tahap akhir dari operasi kontra-revolusionernya dengan bekerja untuk menghancurkan sisa kelompok revolusioner yang ada di wilayah Idlib barat laut sehingga menyebabkan evakuasi massal dari wilayah tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa lebih dari 235.000 orang telah melarikan diri dari wilayah Idlib selama dua minggu terakhir, di tengah serangan udara oleh pasukan Rusia dan Suriah terhadap markas besar terakhir di Suriah. Demikian Kantor Berita Aljazeera (27/12) melaporkan.

Menurut Kantor Berita Hizbut Tahrir, Jumat (3/1/2020), kelompok revolusioner Suriah telah dikhianati oleh setiap kekuatan regional yang mereka andalkan, apakah itu Turki, Arab Saudi, atau Emirat.

Faktanya, lanjut HT, semua negara yang diharapkan, apakah mereka yang berada di pihak kaum revolusioner, atau mereka yang berada di pihak rezim, terutama Rusia dan Iran, telah dan sedang memainkan permainan rinci yang dirancang oleh Amerika untuk menghancurkan revolusi sepenuhnya.

“Namun, dengan izin Allah, para revolusiner Suriah itu senantiasa hidup dalam benak dan hati rakyat Suriah, dan insya Allah revolusi ini akan bangkit kembali, dan kali ini tanpa mengandalkan para antek pengkhianat yang tunduk pada kekuatan kaum kafir penjajah,” pungkas Hizbut Tahrir.

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

two × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password