Pentagon Menugaskan Korporasi Mengekspor Seribu Rudal ke Saudi

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah mengumumkan memberikan izin kepada perusahaan Boeing Amerika untuk melakukan dua kontrak senilai lebih dari dua miliar dolar untuk memasok lebih dari seribu rudal udara-ke-permukaan dan rudal anti-kapal ke Arab Saudi, lansir Al-Jazeera dan dikutip Mediaumat.news, Sabtu (23/5/2020).

Sepekan sebelumnya, Pemerintah Amerika mengonfirmasi laporan media bahwa Washington sedang dalam proses menarik dua baterai rudal Patriot dari Arab Saudi yang mereka kirim setelah serangan terhadap instalasi minyak Saudi tahun lalu, di samping pesawat tempur dan personil militer Amerika.

Menurut informasi yang dikumpulkan US Security Aid Observatory (SAM), Amerika Serikat telah menyelesaikan kontrak senilai 45,13 miliar dolar dalam penjualan senjata dan pelatihan dengan Saudi dan sekitar14 miliar dolar dengan UEA sejak perang di Yaman dimulai.

Agresi terhadap Yaman itu telah menyebabkan hancurnya 173 fasilitas universitas, 1337 masjid, 357 fasilitas wisata dan 385 fasilitas pusat kesehatan. Jumlah fasilitas ekonomi yang hancur dan rusak akibat agresi mencapai 21.461 fasilitas ekonomi. Juga ada fasilitas yang rusak dan hancur sebanyak 351 pabrik, 286 kapal tanker, 1.091 fasilitas komersial dan 394 peternakan ayam dan ternak. Selain itu juga terjadi penghancuran 6.404 alat transportasi, 459 kapal nelayan, 866 toko makanan, 387 SPBU, 668 pasar, dan736 truk makanan.

Namun, alih-alih menghentikan perang di Yaman, yang memiliki tagihan jauh lebih dari dari 175 juta dolar perbulan, dan bukannya menghentikan pemborosan uang yang dihabiskan untuk keluarga kerajaan Saudi. Saudi terjun dalam perang di Yaman yang menyedot dananya dan menghancurkan tetumbuhan dan manusia di Yaman. Juga tenggelam dalam keterpurukan ekonomi di dalam negeri melalui gelombang kebangkrutan perusahaan dan penangkapan pengusaha.

“Sampai kapan wahai umat Islam, kekayaan dan keputusan politik Anda yang tidak mengarah kecuali hanya ke arah bencana, perang, kehancuran dan subordinasi tunduk pada perintah Gedung Putih di tangan para ruwaibidhah yang mengokohkan Amerika dan menjadikan kaum Muslim hidup di dalam kemiskinan, perang, kesempitan hidup dan membayar pajak pengkhianatan para penguasa mereka?!” ujar Tsair Salamah Abu Malik seperti dilansir Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir.

 

 

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password