Darah Rakyat Gaza dan Palestina Ada di dalam Tengkuk Para Konspirator yang Berkhianat untuk Kebrutalan Orang Yahudi

Pada hari Senin, entitas Yahudi menghadapi “Gerakan Protes Kembali “ di Gaza pada ulang tahun ke-70 Nakbah saat terjadi pembantaian. Saat itu puluhan orang menjadi syahid dan ribuan orang terluka. Sedikitnya 59 orang, termasuk tujuh anak-anak, tewas. Lebih dari 2.700 orang terluka, termasuk 100 orang luka berat.

Pembantaian ini terjadi di tengah diamnya para penguasa, terutama para penguasa negara-negara tetangga, dan keengganan mereka untuk membuat gerakan nyata sekecil apapun untuk mendukung kaum Muslim dan kaum yang lemah. Posisi lemah mereka hanyalah mengecam dan mengutuk seperti yang dilakukan para penguasa Qatar dan Yordania. Mereka hanya menyerukan KTT Islam di Turki dan menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan seperti yang dilakukan penguasa Kuwait. Presiden Otoritas Palestina, Abbas, hanya mengumumkan penurunan bendera Palestina selama tiga hari sebagai tanda bela sungkawa terhadap para syuhada. Dia menekankan kepatuhan pada apa yang dia sebut sebagai perjuangan damai hingga mencapai “kemenangan!” dengan pendirian negara dengan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukotanya. Adapun para penguasa Arab Saudi, para penguasa Arab dan para penguasa negeri-negeri Muslim lainya, kami tidak melihat satu pun dari mereka, atau mendengar dari mereka, suara sekecil apapun!

Jadi, seperti halnya pada setiap kesempatan, kaum Muslim dan rakyat Palestina mengungkapkan kesediaan mereka untuk berkorban dengan dada telanjang mereka, kebulatan tekad dan keberanian mereka untuk melawan pendudukan dan kemampuan mereka untuk berusaha dan memberi berjuang untuk Palestina. Sebaliknya, para penguasa mengungkapkan pengkhianatan dan pengabaian serta persekongkolan mereka dalam melawan Palestina dan rakyatnya. Selama tujuh minggu, para penguasa itu telah mengawasi pembunuhan dan penyembelihan penduduk Gaza oleh orang-orang Yahudi. Bahkan hingga mereka berada di ambang pembantaian yang akan segera terjadi pun, mereka tetap mencukupi diri dengan hanya menyaksikan peristiwa-peristiwa itu dan mengabaikan mereka.

Alih-alih memobilisasi pasukan mereka untuk membebaskan Palestina dari kaum Yahudi yang menjijikkan dan mendukung rakyat Gaza dan Palestina, karena sebenarnya mereka mampu melakukan itu, para penguasa itu memilih untuk hanya mengutuk atau menyerukan intervensi badan-badan kolonial yang mengintai kaum Muslim dan yang menyebabkan penderitaan. Mareka hanya menyampaikan pesan-pesan ancaman ke Gaza seperti yang dilakukan penguasa Mesir. Atau seperti yang dilakukan Erdogan, yang mengklaim mencintai dan memiliki hubungan dengan Palestina. Ia hanya menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam pada hari Jumat yang hanya menjadi pertemuan dengan surat-surat kosong dan slogan-slogan yang menipu dan menyesatkan tanpa menghasilkan gerakan nyata untuk mendukung Palestina dan penduduknya!

Para penguasa Muslim itu—baik orang Arab atau non-Arab—memiliki semua opsi yang terbuka, tetapi pilihan nyata yang mengarah pada bantuan kepada Palestina dan rakyatnya, seperti memobilisasi tentara, tidak dilakukan. Semua ini menegaskan konspirasi mereka terhadap Palestina, terutama karena mereka memperbarui hal itu setiap kali mereka dicurigai meminta perlindungan dari pasukan internasional PBB untuk menjadikan pendudukan terhadap Palestina di samping pendudukan Yahudi!

Permohonan Presiden Otoritas Palestina kepada komunitas internasional untuk memberikan perlindungan internasional kepada rakyat Palestina adalah pengkhianatan yang menambah rangkaian pengkhianatannya. Pasalnya, itu adalah undangan untuk menyelesaikan entitas pendudukan di sebagian besar Tanah Suci dan menyerahkan Tanah Palestina yang lain di bawah pendudukan internasional, yaitu mengubah pendudukan Yahudi menjadi pendudukan internasional!

Pekerjaan yang sungguh-sungguh dan efektif untuk membebaskan Palestina terletak pada umat Islam, bukan pada komunitas internasional. Palestina dan penduduknya membutuhkan pasukan dari umat untuk segera bergerak demi membebaskan Palestina, demi menghentikan pembantaian orang-orang Yahudi di Tanah Suci Palestina dan demi melenyapkan entitas Yahudi dari akarnya dan menyingkirkan negara itu dan penduduknya yang melakukan kejahatan. Orang-orang yang mencegah hal ini adalah para penguasa criminal. Mereka ini melindungi orang-orang Yahudi. Mereka memberi Yahudi kesempatan untuk bertindak arogan, melakukan pembantaian dan penodaan terhadap Masjid Aqsa, membantai penduduk Palestina dan melanjutkan pendudukan mereka ke Masra (tempat Isra ‘) Rasulullah saw.

Penduduk Palestina dan semua Muslim harus meningkatkan usahanya untuk menggerakkan pasukan umat agar dapat bergerak melaksanakan tugas mereka terhadap Palestina dan rakyatnya. Mereka harus meningkatkan usahanya untuk mendirikan Khilafah Rasyidah yang berjalan pada metode kenabian. Khilafah inilah yang akan membebaskan negeri itu dan memberikan kemenangan kepada rakyatnya. Keyakinan kita kepada Allah SWT adalah bahwa Dia akan memperluas hati orang-orang baik dari umat Muhammad saw., memulihkan martabat dan kehormatan dan membebaskan Al-Aqsa untuk memenuhi janji Allah SWT dan merupakan kabar gembira dari utusan-Nya. Allah SWT berfirman (yang artinya): Kami selalu berkewajiban menolong kaum Mukmin (TQS ar-Rum [30]: 47). [Kantor Media Hizbut Tahrir di Tanah Suci Palestina]

 

0 Comments

Leave a Comment

5 × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password