Pengantar [Gawat-Darurat Ekonomi Indonesia]

Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Pembaca yang budiman, ekonomi Indonesia jelas tidak sedang baik-baik saja. Apalagi sejak bencana pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun. Indikasinya pun terang-benderang. Banyak perusahaan gulung tikar.  Banyak kegiatan usaha lainnya, termasuk UMKM, tutup. Pengangguran dan PHK besar-besaran. Daya beli masyarakat turun drastis. Kemiskinan naik. Kesenjangan ekonomi dan sosial makin tinggi. Utang Pemerintah makin membengkak. Penanganan bencana pandemi Covid-19 juga mengalami kegagalan.

Namun anehnya, tiba-tiba beberapa waktu lalu Pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi naik 7,07%. Pemerintah lalu mengklaim ekonomi Indonesia baik-baik saja. Padahal jelas, di lapangan ekonomi masyarakat menengah ke bawah berdarah-darah. Hanya ekonomi segelintir orang-orang kaya, terutama para pengusaha yang dekat dengan kekuasaan atau diuntungkan dengan kebijakan penguasa, yang meningkat tajam.

Lalu mengapa bisa terjadi kontradiksi antara klaim pertumbuhan ekonomi yang “tinggi” dan realitas di lapangan?  Jawabannya: Pertama,  angka pertumbuhan ini sebetulnya rendah jika kita bandingkan dengan negara-negara lain yang juga mengalami hal yang sama setelah setahun sebelumnya mengalami kontraksi yang lebih dalam. Kita bandingkan, misalnya, dengan Cina yang bisa tumbuh sebesar 18,3%, Singapore 14%, Amerika 12,2%  dan  Eropa 13,2%. Kedua, pertumbuhan PDB pada Triwulan II-2021 ini menunjukkan  pertumbuhan yang semu. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II tahun 2021 sebesar 7,07% itu menggunakan dasar Triwulan II Tahun 2020 atau  year on year (yoy) terhadap Triwulan 2 tahun 2020. Kita ketahui angka pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar – 5,3%. Jadi, pertumbuhan ini tinggi karena dasar pembandingnya, yaitu Kuartal 2 tahun 2020, sangat rendah atau low base effect (dasar perhitungan rendah).

Pertanyaannya: Lalu dimana akar persoalannya? Bagaimana pula cara Islam mengatasi kondisi ekononomi yang terpuruk seperti saat ini?

Di seputar itulah tema utama al-waie kali ini. Selain tema menarik lain lainnya. Selamat membaca!

Wassalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

 

0 Comments

Leave a Comment

2 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password